Dokter Pegang Peran Keberlanjutan Sistem Jamsos, Perdokjasi Soroti Ketepatan Keputusan Medis

0
35

Dokter menjadi salah satu kunci penting dalam keberlanjutan jaminan sosial. Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) menegaskan bahwa keberlanjutan sistem jaminan sosial sangat ditentukan oleh akurasi keputusan klinis dokter – bukan semata oleh kebijakan dan pembiayaan.

Pakar ekonomi kesehatan, Hasbullah Thabrany menegaskan bahwa sektor kesehatan tidak dapat sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar.

“Kebutuhan medis itu tidak pasti, mahal, dan penuh asimetri informasi. Tanpa jaminan sosial, bahkan kelompok non-miskin berisiko tidak mampu mengakses layanan kesehatan,” kata Thabrany dalam keterangannya saat  “Menjaga Profesi, Menjaga Jaminan Sosial”.

Ia menekankan bahwa sistem seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Kecelakaan Kerja – Penyakit Akibat Kerja (JKK-PAK) merupakan mekanisme kolektif untuk mengelola risiko finansial, namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh ketepatan keputusan medis.

“Ketika keputusan medis tidak akurat, distribusi manfaat dan pembiayaan akan ikut terdampak. Di titik inilah dokter menjaga keseimbangan sistem,” jelasnya.

Praktisi medis yang juga pengajar di Universitas Indonesia (UI), Muchtaruddin Mansyur menyoroti masih rendahnya pengenalan penyakit akibat kerja dalam praktik klinis.

Baca Juga :   Bidik Pasar Muslim, GE Healthcare Sertifikasi 2 Produk Farmasi

“Banyak penyakit akibat kerja tidak teridentifikasi, sehingga tidak masuk dalam skema yang semestinya dan berpotensi menggeser beban pembiayaan ke sistem lain,” kata Muchtaruddin.

Ia menambahkan bahwa risiko disabilitas pada usia produktif membawa dampak ekonomi luas, dari penurunan produktivitas hingga tekanan pembiayaan jangka panjang.

Kedua perspektif tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan jaminan sosial tidak hanya bergantung pada desain pembiayaan, tetapi juga pada akurasi penilaian medis di lapangan.

Ketua Perdokasi, Wawan Mulyawan menegaskan bahwa peran dokter perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengambilan keputusan strategis dalam sistem.

“Dokter berada di titik krusial antara kepentingan medis dan keberlanjutan sistem. Tanpa penguatan peran ini, risiko salah arah dalam pengelolaan jaminan sosial akan semakin besar,” katanya.

Perdokjasi mendorong penguatan pendekatan insurance medicine untuk menyelaraskan keputusan klinis, mekanisme pembiayaan, dan kerangka regulasi, guna memastikan jaminan sosial berjalan adil, efisien, dan berkelanjutan.

Leave a reply

Iconomics