Pendapatan Negara Capai Rp 1.185 T hingga Mei 2026, Naik 19,1% YoY

0
17
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan negara mencapai Rp 1.185 triliun hingga 31 Mei 2026. Jumlah itu naik 19,1% secara tahunan (yoy) dari realisasi pada Mei 2025 sebesar Rp 995,4 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pendapatan negara itu terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp 958,2 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 226,4 triliun, dan penerimaan hibah Rp 0,4 triliun.

“Ini realisasi APBN hingga Mei 2026 terus menunjukkan tren positif. Kita lihat pendapatan tumbuh 19,1%. Yang paling menarik pajak naiknya 22,1%. Bea cukai naik 0,7%, sudah positif 2 bulan berturut-turut,” kata Purbaya dalam keterangan resminya soal “APBN Kita” di gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6).

Kemudian, kata Purbaya, realisasi belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp 1.365,4 triliun. Jumlahnya naik sebesar 34,4% yoy dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 1.016,3 triliun.

Beberapa sektor yang berkontribusi terhadap belanja negara tersebut yakni belanja pemerintah pusat Rp 1.059,3 triliun, dan transfer ke daerah Rp 306,1 triliun.

Baca Juga :   Soal Dana yang Diterima Anggota DPR, Ini Penjelasan Krisdayanti dan Dasco

“Artinya sesuai dengan target. Kita selalu ingin mempercepat belanja. Mencapai Rp 1.365,4 triliun. (Belanja) kementerian/lembaga 58,9% tumbuhnya, non-kementerian/lembaga 47%. Transfer ke daerah agak turun sedikit 4,9%,” tambah Purbaya.

Untuk posisi APBN pada 5 bulan pertama, kata Purbaya, mengalami defisit sebesar 0,70% atau sebesar Rp 180,4 triliun. Pemerintah pun mencatat keseimbangan primer surplus sebesar Rp 58,6 triliun.

Dengan melihat kondisi tersebut, ujar Purbaya, APBN nasional masih dalam kondisi aman, dan terkendali.

“Yang jelas bisa kita kendalikan. Utamanya kenapa? Karena pajak dan bea cukai ada perbaikan yang signifikan. Yang penting lagi surplus keseimbangan primernya sekarang Rp 58,6 triliun, sudah positif lagi,” tuturnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics