Menlu Sugiono Perjelas Soal Iuran Board of Peace
Iuran Board of Peace (BoP) menjadi salah satu yang mendapat sorotan tajam dari publik. Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono mengatakan untuk menjadi anggota Board of Peace (BoP), Indonesia tidak perlu membayar iuran. Saat ini, Indonesia sudah tergabung dalam BoP meski belum mengeluarkan anggaran.
Meski demikian, Sugiono mengatakan untuk menjadi anggota BoP secara permanen, ada kewajiban pembayaran yang harus dilakukan. Namun untuk saat ini, Indonesia belum melakukan pembayaran apapun.
“Kalau misalnya kita mau jadi anggota permanen ada kontribusi US$1 miliar. Bukan kemudian kita sekarang karena belum bayar, kita bukan anggota Board of Peace,” kata Sugiono dalam keterangan resmi di Washington D.C, Amerika Serikat, Jumat (20/01/2026).
Sugiono menjelaskan setiap negara yang ada dalam BOP memiliki kontribusi yang berbeda-beda. Untuk saat ini, Indonesia akan mengirimkan pasukan perdamaian yang tergabung dalam International Stabilization Force (ISF).
Indonesia, kata Sugiono, akan mengirimkan pasukan sekitar 8.000 personel. Tujuannya untuk menjaga stabilitas kawasan, dan mendukung upaya kemanusiaan internasional. Sugiono pun memastikan, keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut tidak berkaitan hubungan diplomatik dengan pihak tertentu. Adapun pasukan yang dikirim hanya sebatas menjalankan mandat dalam BOP.
Prajurit yang dikirim, kata Sugiono, tidak terlibat dalam operasi tempur. Pasukan Indonesia hanya diperkenankan melakukan tindakan dalam rangka mempertahankan diri jika menghadapi ancaman.
“Saya kira, saya juga perlu menjelaskan karena ini juga perlu disampaikan bahwa petunjuk pelaksanaan daripada mandat ISF ini mengizinkan negara-negara yang berpartisipasi untuk memberikan atau menyumbangkan pasukannya di ISF,” ujar Sugiono.