
Parpol KIM Bertemu Bahas Program untuk Prabowo Khususnya Pengentasan Kemiskinan di Indonesia

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta (kiri), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri kedua), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan kedua), Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (kanan)/Dokumentasi Partai Golkar
Partai politik yang tergabung di dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) bertemu sekaligus membahas sejumlah program yang kelak akan dijalankan bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto bila terpilih di 2024. Karena itu, program tersebut dipastikan harus disetujui bersama parpol koalisi.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, pihaknya menawarkan suatu agenda bangsa yang menjadi acuan dan landasan untuk dibahas. Dan, tiap-tiap parpol bisa mengirimkan pakarnya untuk membahas, menggodok dan menajamkan program-program tersebut sehingga tujuannya menjadi pasti.
“Nanti bisa sampai ini yang ditawarkan kepada rakyat,” kata Prabowo dalam keterangan resminya di kantor DPP Golkar, Jakarta beberapa waktu lalu.
Inti dari pembahasan tersebut, kata Prabowo, sejumlah program yang sudah dicapai pemerintahan Presiden Joko Widodo akan menjadi landasan KIM dalam meneruskan pembangunan bangsa. “Landasan ekonomi yang sudah kuat, diakui seluruh dunia, prestasi yang sudah dicapai ini, momentum ini, kita akan amankan, pertahankan, untuk menjadi suatu landasan,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo optimistis bahwa agenda yang ditawarkan itu bisa menjadi solusi dalam mensejahterakan masyarakat, dan menjawab tantangan yang selama ini. “Posisi kita menguat terus dan kita yakin rakyat Indonesia dan tidak lama lagi mencapai kesejahteraan yang diidam-idamkan. Saya kira begitu,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan, salah satu poin penting yang menjadi sorotan yaitu mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Apabila Prabowo memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, maka persoalan kemiskinan dapat dinilai bisa diatasi dengan jangka waktu 5 tahun kepemimpinan Prabowo.
“Dan untuk 2045, dasar kokoh untuk negara maju, 5 tahun saja Pak Prabowo tadi sudah bisa meletakan dasar-dasar yang kuat. Saya kira itu saja,” ujar Zulkifli.