Astra Agro Lestari Cetak Laba Bersih Rp 1,5 T di 2025 atau Naik 28,2% YoY

0
77
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencetak kinerja keuangan positif di 2025. Laba bersih, misalnya, Astra Agro berhasil membukukan laba bersih Rp 1,5 triliun atau naik 28,2% secara tahunan (yoy) di 2025.

Kemudian, kata Presiden Direktur Astra Agro Djap Tet Fa, pihaknya mencatatkan pendapatan bersih senilai Rp 28,7 triliun pada 2025, atau naik 32% dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 21,8 triliun. Peningkatan volume produksi berkontribusi terhadap kenaikan pendapatan.

Untuk volume produksi kelapa sawit mentah (CPO), kata Djap, naik sebesar 6% yoy, menjadi 1,2 juta ton. Kemudian produksi kernel sebesar 8% yoy menjadi 252 ribu ton.

Volume penjualan CPO dan turunannya, kata Djap, naik 13% menjadi 1,8 juta ton pada 2025. Penguatan performa karena faktor pasokan dan permintaan yang menjadi katalis utama sektor komoditas.

Pasokan CPO, kata Djap, mendorong harga jual rata-rata sebesar 11% yoy, dari Rp 12.883 per kilogram (kg) menjadi Rp 14.316 per kg pada 2025. “Pencapaian dapat terwujud berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders,” kata Djap dalam keterangan resminya pada Rabu (15/4).

Baca Juga :   Jumlah Penumpang Garuda Naik YoY dan Kerugian Bersih Turun 45,2% di Kuartal I/2026

Sementara itu, Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo menambahkan, Astra Agro senantiasa berupaya mengendalikan biaya, dan beban pengeluaran secara disiplin. Dengan demikian, Astra Agro mampu mengoptimalkan kinerja meski menghadapi volatilitas harga komoditas.

Perseroan, kata Tingning, telah menghasilkan beberapa inovasi untuk mendukung kinerja operasional berkelanjutan di masa depan. Astra Agro telah mengeluarkan 3 bibit baru yang tahan terhadap penyakit Ganoderma.

Untuk 2024, Astra Agro juga mengeluarkan pupuk hayati yakni Astra Efficient Microbe (Astemic). “Perseroan selalu berupaya mengakselerasi kinerja dengan optimalisasi praktik agronomi presisi berbasis bibit unggul, dan pengendalian biaya dan belanja perusahaan, serta peningkatan efisiensi operasional. Strategi ini kami tujukan untuk menjaga daya saing biaya produksi dalam mengantisipasi volatilitas harga CPO,” kata Tingning.

Sedangkan Direktur Astra Agro Bandung Sahari mengatakan, kedua inovasi itu akan menopang peremajaan tanaman (replanting) jangka panjang. Astra Agro menerapkan prinsip 5 T yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat cara, dalam meningkatkan efektivitas pemupukan dan produktivitas tanaman.

Baca Juga :   Harga Emas Naik, Pegadaian Tetap Targetkan 1,5 Juta Nasabah di 2020

“Kami percaya bahwa penerapan good agricultural practices (GAP) selalu bisa berjalan seiring dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Komitmen Astra Agro dalam mengedepankan kedua aspek tersebut kami yakini dapat meningkatkan kinerja perusahaan di tahun-tahun mendatang,” ujar Bandung.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics