Inflasi Capai 3,08% YoY di Mei 2026, Penyumbang Terbesar Kelompok Makanan dan Minuman
Ilustrasi/IDX Chanel
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 3,08% secara tahunan (yoy) pada Mei 2026. Apabila dilihat secara bulanan terjadi inflasi sebesar 0,28% pada Mei 2026.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan, inflasi secara tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,94%. Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki 0,84%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,00%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,98%.
Selanjutnya, kelompok kesehatan sebesar 1,70%; kelompok transportasi 2,30%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,97%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,30%; kelompok pendidikan sebesar 1,15 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,24%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,35%.
“Secara tahun kalender (ytd) terjadi inflasi 1,35%. Kelompok penyumbang inflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” kata Pudji dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (2/6).
Dari sisi komoditas, kata Pudji, komoditas yang dominan memberikan andil pada inflasi tahunan pada Mei 2026 yakni ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), cabai merah, bawang merah, sigaret kretek tangan (SKT), daging sapi, jeruk sigaret putih mesin (SPM), pepaya, sewa rumah, bahan bakar rumah tangga. Kemudian, tarif angkutan udara, mobil, uang kuliah akademi, nasi dengan lauk, dan emas perhiasan.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi tahunan yaitu, bawang putih, kelapa, daging babi, kentang, sabun deterjen bubuk, pengharum cucian/pelembut, pembersih lantai, tarif jalan tol, dan uang sekolah SMA.
“Jika dilihat sebaran inflasi bulanan menurut wilayah. Secara bulanan sebanyak 31 provinsi mengalami inflasi, dan 7 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maluku yaitu sebesar 0,93%. Dan deflasi terdalam terjadi di Gorontalo yaitu sebesar 0,96%,” ujarnya.