Ditopang Konsumsi Rumah Tangga, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% pada Triwulan II 2025
Ilustrasi denyut ekonomi di Indonesia/Dok. Iconomics
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II 2025 tumbuh 5,12%. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga, kata pejabat BPS dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 5 Agustus.
Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, BPS, menyampaikan, terjaganya konsumsi rumah tangga ini diindikasikan antara lain oleh indeks penjualan eceran riil dan nilai impor barang konsumsi yang terus tumbuh secara tahunan (year on year).
Selain itu, tambahnya, nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kartu kredit tumbuh 6,26% year on year. Kemudian, pertumbuhan transaksi online dari e-retailĀ dan marketplace sebesar 7,55% secara kuartalan (Q-to-Q).
Mobilitas masyarakat juga meningkat diindikasikan oleh peningkatan jumlah penumpang angkutan rel dan angkutan laut, sejalan dengan perayaan berbagai hari besar keagamaanĀ dan libur sekolah. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara juga tumbuh 22,32% year on year.
Selain itu, realisasi investasi dalam negeri dan asing juga tumbuh 11,51%. Pada saat yang sama belanja barang modal yang dilakukan oleh pemerintah dan impor barang-barang modal juga tumbuh positif.
Aktivitas produksi, kata dia, juga tetap terjaga yang ditunjukan antara lain oleh PMI Indeks dari Bank Indonesia yang berada pada zona ekspansif, serta kapasitas produksi terpakai sebesar 73,58% lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I 2025. Penjualan listrik segmen industri tumbuh sebesar 8,55%.
Konsumsi masyarakat, tambahnya, juga didukung oleh kebijakan pemerintah, antara lain terkaitĀ paket stimulus untuk menjaga daya beli berupa diskon transportasi, penebalan bansos, subsidi upah dan sebagainya.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia juga mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 5,50%.
Edy menyampaikan, konsumsi masyarakat atau rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 54,25% terhadap PDB Indonesia pada triwulan II 2025. Komponen konsumsi rumah tangga ini tumbuh sebesar 4,97% year on year.
āHal ini mengindikasikan masih kuatnya permintaan domestik,ā ujarnya.
Edy menjelaskan konsumsi rumah tangga terus tumbuh seiring meningkatnya belanja kebutuhan primer dan mobilitas rumah tangga. Kebutuhan bahan makanan dan makanan jadi, meningkat karena aktivitas pariwisata selama periode libur hari besar keagamaan nasional dan juga hari libur sekolah.
āMobilitas masyarakat yang meningkat mendorong peningkatan konsumsi untuk transportasi dan restoran,ā ujarnya.
Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, juga memberikan kontribusi yang signifikan pada PDB Indonesia yaitu sebesar 27,83%. Komponen ini tumbuh 6,99% pada triwulan II 2025.
āPMTB tumbuh didorong oleh investasi swasta dan pemerintah. Belanja modal pemerintah pada triwulan II 2025 tumbuh 30,37% year on year, terutama pada komponen mesin dan peralatan,ā jelas Edy.
Ekspor yang memberikan kontribusi 22,28% pada PDB Indonesia, pada triwulan II 2025 tumbuh sebesar 10,67% year on year.
Ekspor barang non migas dan jasa, kata Edy, tumbuh positif. Beberapa komoditas barang non migas yang mengalami peningkatan nilai dan volume ekspor antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik serta kendaraan dan bagiannya.
Sementara pertumbuhan ekspor jasa, kata Edy, salah satunya didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Sementara impor, dengan kontribusi sebesar 20,66% tumbuh sebesar 11,65%. Impor barang modal jenis mesin tumbuh 28,16% year on year.
Komponen konsumsi pemerintah yang memberikan kontribusi 6,93% pada PDB Indonesia, pada triwulan II 2025 mengalami kontraksi sebesar 0,33%.