Stabil, Ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2023 Tumbuh 5,17% YoY

0
193

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) tetap tumbuh stabil pada triwulan II-2023 di tengah tantangan menurunnya ekspor.

Nilai PDB atas dasar harga berlaku triwulan II-2023 mencapai Rp5.226,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.075,7 triliun.

“Di tengah perekonomian global yang diperkirakan melambat dan menurunnya tren komoditas ekspor unggulan, perekonomian Indonesia tumbuh solid sebesar 5,17% Year on Year (YoY),” ujar Moh.Edy Mahmud Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statisik BPS dalam konferensi pers, Senin (7/8).

Edy mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (YoY) konsisten berada pada level 5% selama tujuh kuartal berturut-turut. Hal ini, tambahnya, menandakan pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin stabil.

Dari sisi lapangan usaha, seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada triwulan II-2023. Lima lapangan usaha utama dengan share 64,36% terhadap PBD, yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, pertambangan dan konstruksi melanjutkan tren pertumbuhan positif.

“Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 15,28%. Kemudian, jasa lainnya yang tumbuh sebesar 11,89% serta akomodasi dan makan minum yang tumbuh 9,89%,” beber Edy.

Baca Juga :   Program Perlinsos Pemerintah Mengacu Data Regsosek

Sementara itu dari segi komponen pengeluaran, pertumbuhan ekonomi 5,17% YoY pada triwulan II-2023 ditopang oleh pertumbuhan positif pada konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, konsumsi pemerintah dan konsumsi lembaga non profit. Sementara kegiatan ekspor impor mengalama kontraksi.

Konsumsi rumah tangga yang menyumbang 53,31% PBD, berhasil tumbuh 5,23% YoY. Konsumsi rumah tangga tumbuh positif didorong oleh perayaan hari besar keagamaan. Selain itu, juga karena adanya pemberian tunjangan hari raya dan gaji ke-13.

“Jadi dari sisi daya beli ada tambahan pendapatan yaitu THR dan gaji ke-13 yang dibayarkan pada triwulan II-2023,”ujarnya.

Dorongan konsumsi rumah tangga juga tercermin dari mobilitas masyarakat selama periode libur hari raya keagamaan maupun libur sekolah.

Sementara PMTB dengan kontribusi 27,9% pada PDB tumbuh 4,63% didorong oleh pertumbuhan barang modal, bangunan serta peralatan dan mesin.

Setelah mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi pada triwulan I-2023, komponen perdagangan luar negeri mengalami kontraksi yaitu sebesar 2,75% untuk ekspor dan 3,08% untuk impor.

Baca Juga :   4 Kelompok Pengeluaran Ini Disebut Berandil Terjadinya Deflasi Juni 2021

Edy menjelaskan ekspor barang memang mengalami penurunan, terutama pada barang non migas seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak nabati, besi dan baja serta nikel. Tetapi, ekspor jasa masih tumbuh positif seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan devisa yang masuk.

“Kami mencatat wisatawan mancanegara pada triwulan II terjadi peningkatan yang signifikan secara jumlah,” ujarnya.

Konsumsi pemerintah tumbuh cukup tinggi yaitu sebesar 10,62% YoY didorong oleh peningkatan realisasi belanja pemerintah. Sementara konsumsi lembaga non profit tumbuh 8,62% YoY.

Leave a reply

Iconomics