Target Baznas Rp 41 Triliun di 2024 dan Menengok Peran BCA Syariah di Ekosistem Zakat

0
53
Reporter: Kristian Ginting

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyebut pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) semakin bertumbuh dari tahun ke tahun. Untuk 2023, misalnya, realisasi pengumpulan dana ZIS mencapai sekitar Rp 32 triliun dan menargetkan tumbuh menjadi Rp 41 triliun pada 2024.

“Jumlah ini baru sekitar 10% dari potensi nilai ZIS di Indonesia yang mencapai sekitar Rp 327 triliun. Tapi pertumbuhannya naik terus, bahkan pada pandemi Covid-19 naik 35%. Transaksi digitalnya lebih dari 50%,” kata Direktur Pengumpulan Perorangan Baznas Fitriansyah Agus Setiawan dalam acara media gathering di Pribadi House, Jakarta Selatan, Selasa (26/3).

Fitriansyah mengatakan, pihaknya menyadari nilai pengumpulan ZIS masih jauh dari potensi yang mencapai ratusan triliun itu. Dari fakta ini, Baznas lantas menilai ada 2 hal yang membuat optimalisasi pengumpulan dana ZIS itu masih terhambat.

Pertama, kata Fitriansyah, masih banyak orang yang belum tahu bahwa berzakat itu khususnya untuk umat Islam merupakan kewajiban. Untuk orang yang bekerja atau memiliki profesi belum sadar mereka punya kewajiban menyisihkan zakat dari penghasilannya.

Baca Juga :   BCA Kembali Jadi Bank Administrator Rekening Dana Nasabah dan Pembayaran KSEI Periode 2024-2029

“Kedua, masyarakat belum percaya kepada Baznas sehingga pengumpulan dana zakat masih belum optimal. Karena itu, bersinergi atau bermitra dengan berbagai pihak termasuk media massa menjadi penting untuk mengkampanyekan soal zakat ini,” tambah Fitriansyah.

Sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawaban, kata Fitriansyah, pihaknya mengelola dana ZIS itu melalui prinsip 3 aman. Pertama, menjaga keamanan dari sisi syariat, kedua aman dari regulasi, dan aman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Sementara dari penyaluran, kata Fitriansyah, dilakukan melalui 2 pendekatan. Pertama dikenal dengan pendistribusian yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat meliputi makan, kesehatan, kebutuhan darurat, kemanusiaan dan lain sebagainya. Kedua dikenal dengan pendayagunaan di mana program zakatnya pemberdayaan ekonomi.

“Kami memberi modal dan pendampingan. Kalau tidak didampingi, risikonya besar. Makanya perlu pendampingan. Jadi, dana ZIS yang disimpan di BCA Syariah ini bisa memberi modal usaha. Juga membantu biaya anak sekolah. Ke depan kita ingin ada advokasi seperti perlindungam hukum atau apapun,” ujar Fitriansyah.

Baca Juga :   Kolaborasi Bank Syariah Indonesia-Baznas Kejar Potensi Zakat Rp300 Triliun

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank BCA Syariah Nadia Amalia Sekarsari  menambahkan, bank berperan melengkapi ekosistem zakat sebagai solusi keuangan syariah bagi Baznas dan nasabahnya. Salah satu peran itu dengan menyediakan internet banking dan mobile banking BCA Syariah.

“Yang paling digemari saat ini adalah mobile banking BCA Syariah untuk transfer zakat. Bahkan ada fitur autodebet zakat pada saat pembukaan rekening sehingga pembayaran zakat 2,5% terpotong secara otomatis,” kata Nadia.

Menurut Nadia, 60% nasabah yang aktif membayar zakat melalui mobile banking BCA Syariah itu merupakan perempuan. Dari sisi usia berkisar 25 hingga 40 tahun. Sedangkan usia di atas 40 tahun diduga masih menggunakan cara konvensional ketika membayarkan zakatnya.

“Jadi target kami adalah meningkatkan pengguna mobile banking BCA Syariah dalam hal membayar zakat. Kami juga mau meningkatkan mobile banking BCA Syariah. Jadi, itu target kita lebih ke edukasi,” kata Nadia.

Sebagai informasi, BCA Syariah merupakan anak usaha dari PT Bank Central Asia Tbk yang mulai beroperasi sejak 5 April 2010. Total aset BCA Syariah per Desember 2023 telah mencapai Rp 14,47 triliun atau tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Penyaluran pembiayaan BCA Syariah tercatat sebesar Rp 9,01 triliun, tumbuh 19% yoy.

Baca Juga :   Pindahkan Dana dari BSI, Begini Penjelasan PP Muhammadiyah

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 10,95 triliun atau meningkat sebesar 15% yoy. BCA Syariah kini telah memiliki 76 jaringan cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Bandar Lampung, Medan, Palembang, Banda Aceh, Panakukkang, Malang, Kediri, Pasuruan, dan Banyuwangi.

Leave a reply

Iconomics