Inflasi April 2021 Sebesar 0,13%

0
159

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi bulanan pada April 2021 lalu sebesar 0,13%. Sementara inflasi tahun kalender tahun 2021 sebesar 0,58% dan inflasi tahun ke tahun yaitu April 2021 terhadap April 2020 sebesar 1,42%.

“Kalau kita lihat komoditas yang menyumbang inflasi sebesar 0,13% ada komoditas daging ayam  ras dengan andil sebesar 0,06%, kemudian beberapa komoditas lain seperti minyak goreng, jeruk, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, anggur, pepaya, rokok kretek filter dan ikan segar serta ayam hidup itu mempunya andil sebesar 0,01%,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto saat konferensi pers, Senin (3/5).

Sedangkan, komoditas yang menyumbang deflasi adalah cabe rawit dengan andil -0,05%. Kemudian cabe merah dan bawang merah itu masing-masing dengan andil -0,02%. Sementara untuk beras, bayam, kangkung, masing-masing -0,01%.

Dari 90 kota IHK yang dipantau oleh BPS, ada 72 kota yang mengalami inflasi. Sisanya itu 18 kota mengalami deflasi.

Dari 72 kota yang mengalmai inflasi, kota yang inflasinya tertinggi yaitu Kotamobagu,Sulawesi Utara, dengan inflasi sebesar 1,31%. Komoditas yang menyumbang inflasi di Kotamobagu ini ada ikan sorihi, cakalang serta cabe rawit. Kemudian inflasi terendah terjadi di Yogyakarta sebesar 0,01%.

Baca Juga :   BPS: Ekspor Nikel Naik 5 Kali Lipat Dibanding Tahun 2015

Kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Kota Jayapura yaitu sebesar -1,26%. Ada pun komoditas penyumbang deflasinya adalah ikan ekor kuning, ikang cakalang, tomat dan kangkung. Kemudian deflasi terendah terjadi di Tanjung Pandang yaitu -0,02%.

Inflasi April 2021 yang sebsar 0,13% ini meningkat dibandingkan bulan Maret lalu yang sebesar 0,08%. Sedangkan inflasi tahunan yang sebesar 1,42%, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Maret yang lalu sebesar 1,37%.

Dari 0,13% inflasi pada April 2021 ada beberapa kelompok pengeluran yang tidak mengalami inflasi yaitu transportasi dan kelompok pengeluran informasi dan komunikasi dan jasa keuangan. Sementara andil inflasi terbesar adalah terjadi di kelomok pengeluran makanan, minuman, dan tembakau yaitu sebesar 0,05%.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics