KPK Taksir Dugaan Korupsi Pengadaan Notifikasi Perbankan di BRI dan Telkom Capai Rp 2 T

0
22
Reporter: Kristian Ginting

Setelah proses penyelidikan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyidik dugaan tindak pidana korupsi pengadaan notifikasi perbankan melalui layanan pesan singkat (SMS) dan aplikasi perpesanan singkat Whatsapp (WA). Dugaan pidana korupsi ini melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum dalam kasus tersebut. Dengan kata lain, penyidikan kasus ini dimulai tanpa ada nama tersangka.

“Benar, KPK memulai penyidikan baru terkait pengadaan notifikasi perbankan,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/6).

Masih kata Budi, berdasarkan perhitungan awal, dugaan kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp 2 triliun. Juga memastikan bahwa kasus pengadaan notifikasi perbankan melalui SMS dan Whatsapp ini merupakan kasus baru, bukan pengembangan kasus lama.

“Baru,” ujar Budi lagi.

Sebagai informasi, KPK saat ini sedang menyidik kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di BRI. KPK mengumumkan penyidikan kasus tersebut pada 26 Juni 2025.

Baca Juga :   Transformasi Digital di Telkom Menyangkut 3 Aspek Ini

Pada 30 Juni 2025, KPK mengumumkan nilai proyek pengadaan mesin EDC tersebut sebesar Rp 2,1 triliun dan mencegah 13 orang untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan. Mereka yang dicekal itu berinisial CBH, IU, DS, MI, AJ, IS, AWS, IP, KS, EL, NI, RSK, dan SRD.

Untuk sementara, KPK mengatakan kerugian keuangan negara terkait kasus tersebut mencapai Rp 700 miliar atau 30% dari total nilai proyek pengadaan yang Rp2,1 triliun. KPK menyampaikan pernyataan tersebut pada 1 Juli 2025.

KPK pada 9 Juli 2025, menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus tersebut, yakni Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto (CBH) dan mantan Direktur Digital, dan Teknologi Informasi BRI yang sedang menjabat Dirut Allo Bank Indra Utoyo (IU).

Selain itu, Dedi Sunardi (DS) selaku SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan BRI, Elvizar (EL) selaku Dirut PT Pasifik Cipta Solusi (PCS), serta Rudy Suprayudi Kartadidjaja (RSK) selaku Dirut PT Bringin Inti Teknologi.

Leave a reply

Iconomics