Menteri Purbaya Klarifikasi Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank Himbara, Bukan Berjangka 6 Bulan

0
119

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dana pemerintah senilai Rp200 triliun yang ditempatkan di bank-bank milik negara (Himbara) tidak memiliki batasan jangka waktu, berbeda dari informasi sebelumnya yang menyebutkan 6 bulan.

“Jadi, ini sebenarnya kan tidak ada term-nya. Yang kemarin dibilang 6 bulan itu salah, anak buah saya salah nulis. Pada dasarnya seperti itu saja. Seperti saya menaruh uang di bank, suka-suka saya, sampai kapan. Muter di situ supaya muter di perekonomian, biar banknya mikir,” ujar Purbaya, Senin (15/9).

Purbaya menyampaikan bahwa dana pemerintah yang selama ini disimpan di Bank Indonesia itu sudah disalurkan ke bank-bank Himbara pada Jumat pekan lalu.

“Sekarang saya duga para dirut bank pusing. Mau menyalurkan ke mana?” ujarnya.

Meski bank mengalami kesulitan dalam menyalurkan dana tersebut, setidaknya, kata Purbaya, dengan masuknya dana itu ke sistem perbankan, tidak ada lagi perang bunga, sehingga suku bunga cenderung turun sehingga berdampak positif ke perekonomian.

“Bisa bunga pinjaman turun, bisa juga bunga deposito turun, yang jelas opportunity cost of money turun. Jadi yang punya uang enggak ragu untuk belanja, yang mau pinjam ke bank enggak ragu untuk pinjam,” ujarnya.

Baca Juga :   OJK: Likuiditas Perbankan Meningkat Usai Diguyur Dana Pemerintah Rp200 Triliun

Terkait alokasi dana tersebut oleh perbankan, Purbaya mengatakan bahwa alokasi sepenuhnya menjadi keputusan bank.

“Niat saya adalah suka-suka banknya. Tapi kalau banknya agak bingung, nanti ada guidance bagaimana mereka bisa memanfaatkan uang itu untuk membantu program-program unggulan pemerintah,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics