L’Oréal Canangkan Strategi L’Oréal For The Future untuk Menjawab Masalah Sampah Plastik

0
664
Reporter: Maria Alexandra Fedho

L’Oréal berkomitmen untuk melakukan pengurangan dan pengumpulan sampah plastik. Langkah ini dicanangkan dalam program L’Oréal For The Future.

“Di L’Oréal, kami memiliki tujuan yang sama untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan dunia. Hari ini kami menegaskan komitmen kami terhadap keberlanjutan melalui L’Oréal For The Future yang merupakan bagian tak terpisahkan dari L’Oréal Indonesia. Kami tidak memulai dari nol, kami telah menjadi salah satu pemimpin di industri kecantikan dalam praktik keberlanjutan selama bertahun-tahun,” kata Presiden Direktur L’Oréal Indonesia Junaid Murtaza pada Selasa (06/12/2022).

L’Oréal For The Future merupakan strategi pembangunan berkelanjutan berbasis sains yang memiliki enam topik utama yaitu air, iklim, keanekaragaman hayati, pemberdayaan komunitas, dampak finansial, dan juga limbah.

L’Oréal For The Future menargetkan pencapaian pengurangan sebesar 78% penggunaan virgin plastic, 26% pengumpulan sampah kemasan melalui kolaborasi daur ulang di tahun 2025. Tak hanya itu, L’Oréal optimistis dapat melampaui target pengurangan sampah plastik yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No. 75 tahun 2019. Tak hanya itu saja, regulasi mengenai pengurangan sampah juga tertera dalam Peraturan Presiden No. 83 tahun 2018 tentang penanganan sampah laut dengan target pengurangan sampah laut sebesar 70% pada 2025.

Baca Juga :   Kampanyekan Keuangan Berkelanjutan, BSI Luncurkan Gerakan BSI Sustainable Movement

Limbah plastik yang dihasilkan Indonesia telah mencapai 66 juta ton per tahun dan 3,2 juta ton terbuang ke laut. Jumlah ini akan terus bertambah jika tidak melakukan aksi apapun.

Dalam melakukan upaya stategis mengurangi pengurangan dan pengumpulan sampah plastik. L’Oréal For The Future memiliki 3 pilar utama. Yang pertama, bertransformasi untuk memastikan aktivitas perusahaan menghormati batasan-batasan planet. Dilakukan dengan reduce, mengurangi 20% intensitas kemasan di 2030, replace dengan beralih ke kemasan daur ulang hingga 100% di 2025. Dan, recollect atau recycle dengan cara mengumpulkan kembali dan mendaur ulang sampah.

Kedua, memberdayakan ekosistem bisnis dengan salah satu keberhasilannya menghadirkan greener delivery atau kemasan kirim ramah lingkungan tanpa unsur plastik. Ketiga, berkontribusi mengatasi tantangan dunia dengan telah bekerja sama dengan Garnier X e-Recycle yang berhasil mendapatkan pengguna sampai 301,000 dan mendaur ulang lebih dari 55,5 ton sampah plastik.

L’Oréal juga telah bekerja sama dengan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) untuk mengumpulkan dan mendaur ulang jenis sampah plastik yang masih jarang di daur ulang yaitu Polypropylene (PP) dan MLP (plastik multilayer pada kemasan sachet). Dengan menargetkan 169 per tahun untuk PP, dan 126 ton pertahun MLP.

Baca Juga :   Chandra Asri Mengurai Sampah Lewat IPST ASARI

General Manager IPRO Zul Martini Indrawati menjelaskan bahwa dari total 60 juta ton limbah plastik di Indonesia hanya 10% yang berhasil di daur ulang dan mayoritas tipe plastik yang banyak didaur ulang adalah tipe  Polietilena tereftalat (PET). Sementara PP dan MLP materinya sulit terurai.

Bersama dengan IPRO, Mohamad Fikri selaku Director of Corporate Responsibility L’Oréal Indonesia menjelaskan akan terus berkomitmen dalam upaya daur ulang sampah.

“Kami berkomitmen untuk mengakselerasi upaya menuju zero virgin plastic dan upaya kolaborasi daur ulang sampah kemasan khususnya melalui keanggotaan IPRO. Di tahun 2025, kami menargetkan untuk mencapai pengurangan 78% penggunaan virgin plastic dan mencapai 26% pengumpulan sampah kemasan. Melalui transformasi, inovasi, dan kolaborasi, kami optimis dapat melampaui target pengurangan sampah oleh produsen yang telah ditetapkan pada KLHK,” kata Fikri.

Leave a reply

Iconomics