Antara RUPS Mind Id dan Hubungan Dirut dengan Kunker Anggota Komisi VI-VII DPR

0
1149
Reporter: Tim Redaksi

Mind Id

Manajemen BUMN holding industri pertambangan Indonesia Mining Industry Indonesia (Mind Id) membantah penundaan rapat umum pemegang saham (RUPS) karena adanya masalah internal. Sebab, RUPS Mind Id sebenarnya sudah terjadwal pada akhir Mei 2024 ini.

“RUPS Mind Id memang terjadwal di akhir bulan Mei ini serangkaian dengan Pertamina,” kata Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha Mind Id Dilo Seno Widagdo saat dihubungi wartawan The Iconomics, Senin (20/5).

Dilo menuturkan, pihaknya pun menepis informasi tentang penundaan RUPS Mind Id untuk memperpanjang jabatan Direktur Utama Mind Id Hendi Prio Santoso.

Sebagaimana informasi dalam berita sultantv.co berjudul Kisah Kontroversial Hendi Prio Santoso, Direktur Utama Mind Id: Rapat RUPS Ditunda dan Dugaan Pelanggaran LHKPN pada 7 Mei 2024 menyebutkan, Hendi mengajak dan membiayai anggota Komisi VI dan Komisi VII DPR untuk pergi ke Jepang dan Italia.

Dalam pemberitaan itu, Hendi diduga memiliki uang tunai sebesar Rp 1,5 triliun untuk dapat menjabat kembali sebagai Direktur Utama Mind Id.

Baca Juga :   Lewat Konsorsium, WIKA Garap Proyek PUPR Senilai Rp3,33 Triliun

Menanggapi hal itu, Dilo memastikan informasi yang dimuat sultantv.co tersebut tidak benar. Apalagi Hendi tidak pergi dan bukan ikut mendampingi kunjungan kerja Komisi VI dan Komisi VII DPR itu.

Ditambah pula, lanjut Dilo, kunjungan kerja (kunker) Komisi VI dan Komisi VII DPR itu tidak hanya melibatkan holding industri pertambangan, tapi terdapat beberapa perusahaan BUMN lainnya.

“Nggak benar nih beritanya. Karena Pak Hendi nggak pergi mendampingi kunker Komisi VI dan Komisi VII. Kunker DPR komisi VI dan VII tidak hanya perusahaan kami tapi ada Pertamina, Mandiri, Telkom dan PLN,” ujar Dilo.

Secara terpisah, soal kunjungan ke Jepang dan Italia itu, anggota Komisi VII Mukhtarudin membenarkannya. Namun, Mukhtarudin tidak menjelaskan lebih lanjut perihal kunker tersebut.

“Komisi VII ke Jepang dan Komisi VI ke Italia,” kata Mukhtarudin.

Wartawan The Iconomics mencoba menghubungi dan mendatangi sejumlah anggota Komisi VI di Kompleks Parlemen. Akan tetapi, ruang sidang Komisi VI pada pekan lalu dan Senin (20/5) ini tidak ada aktivitas sama sekali. Ketiadaan kegiatan itu karena berdasarkan informasi yang diperoleh The Iconomics, anggota Komisi VI sedang kunker ke Belanda.

Baca Juga :   Kementerian BUMN Sedang Kaji Solusi Dugaan Korupsi Asabri

 

Leave a reply

Iconomics