Zulkifli: Jokowi Akan Undang Para Ketum untuk Silaturahmi dan Bahas Politik Indonesia

0
238
Reporter: Rommy Yudhistira

Presiden Joko Widodo disebut akan mengundang para ketua umum partai politik (parpol) yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah untuk bersilaturahmi dan membicarakan berbagai isu perkembangan politik di Indonesia.

“Mudah-mudahan nanti, cari waktu yang tepat, Bapak (Jokowi) akan mengundang ketua-ketua umum partai untuk silaturahmi,” kata Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/4).

Selain dengan Jokowi, kata Zulkifli, para ketum yang tergabung di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan mengadakan pertemuan pada 27 April 2023. Dengan demikian, koalisi besar akan terbentuk setelah adanya pertemuan antara ketua umum partai politik bersama Jokowi dan juga pertemuan partai yang tergabung di dalam KIB.

“Koalisi besarnya, ketemu dulu. Besok KIB, habis itu tadi, Bapak (Jokowi) juga mengundang ketua partai untuk ngopi bareng,” ujar Zulkifli.

Sebelumnya, wacana koalisi besar mencuat setelah adanya pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono di kantor DPP PAN pada awal April lalu.

Baca Juga :   DPR Imbau Masyarakat Berhati-Hati soal Peredaran Uang Palsu Jelang Pemilu 2024

Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu, kata Jokowi, pihaknya dengan para ketua umum partai membahas isu kebangsaan dan keberlanjutan pembangunan. Soal koalisi besar yang akan terbentuk, Jokowi menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada para pemimpin partai politik baik yang ada di parlemen maupun tidak.

“Pilpres itu urusannya urusan partai atau gabungan partai, Jangan presiden itu diikut-ikutkan, tapi sering ketua partai ini dikit-dikit, sudah direstui presiden. Apa hubungannya, enggak ada hubungannya,” ujar Jokowi.

Beberapa pimpinan partai politik, kata Jokowi, juga pernah datang meminta restu dalam hal koalisi dan pilpres. Secara jelas, koalisi partai politik yang terbentuk murni datang dari keinginan partai politik.

“Apalagi kalau datang ke saya dalam membangun koalisi, semuanya sudah disetujui presiden, urusannya apa, enggak ada urusannya. Mau bangun koalisi, mencalonkan seseorang. Itu bukan karena saya. Tapi di luarnya beda lagi. Ini sudah direstui pak presiden. Saya sih senang-senang saja,” ujar Jokowi lagi.

 

Leave a reply

Iconomics