Wasekjen IMI: Serapan Subsidi Motor Listrik Lambat

0
416
Reporter: Maria Alexandra Fedho

Pemerintah menargetkan subsidi kendaraan motor listrik di tahun 2023 sebanyak 200 ribu unit, dan di tahun 2024 sebanyak 600 ribu unit. Namun realisasinya masih jauh dari target. Pengamat Perkembangan Motor Listrik di Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI), Hosea Sanjaya mengatakan angka yang terserap masih sedikit.

“Sistemnya dari 200 ribu budget itu di sistem pemerintah itu saya capture disitu hari Selasa (13/06/2023) kemarin sisa kuotanya itu 199.250. Nah satu hari sebelumnya itu saya capture juga sisa kuotanya itu 199.270. Jadi satu hari itu cuma 20 konsumen yang disubsidi. Nah kalau kita hitung satu bulan 600. Kalau satu tahun kurang lebih cuma 8 ribu. Jauh sekali,” ucap Hosea dalam Jakarta Marketing Week 2023 pada Rabu (14/06/2023).

Menurutnya, dari total jumlah populasi sepeda motor di Indonesia sekitar 130 juta dengan total penduduk yang sekitar 270 juta, maka rasionya adalah dua penduduk memiliki satu motor. Penerapan motor listrik ini pun seharusnya dapat menjadi peluang untuk Indonesia karena ke depan populasinya akan terus bertambah.

Baca Juga :   ESB Menjalin Kerja Sama dengan IBC Kembangkan Ekosistem Motor Listrik

Hosea menjelaskan pertimbangan dari segi keuntungan menggunakan motor listrik diyakni dapat men-saving biaya listrik lebih murah.

“Kalau kita bilang motor di Indonesia memang teknologinya itu sudah advance, sudah terbaru jadi satu liter itu bisa menjelajah kurang lebih 50 kilometer itu di range yang terbaik kalau kita pakainya tidak boros gitu, tidak macet, rem-gas, rem-gas. Nah kalau dalam hal macet itu bisa kurang lebih 40 km untuk satu liter. Nah kalau kita bicara 1 liternya 10 ribu berarti 1 kilometer biaya bensinya itu Rp200,” jelasnya.

Biaya tersebut belum termasuk dengan biaya maintenance lain seperti harus service, ganti oli, dan lain-lainnya. Sedangkan untuk motor listrik dengan menggunakan baterai dan baterainya harus di-charge itu menjadi sekitar Rp180 per kilometer, jadi sekitar ada saving sebesar 40%.

Ditambah, harga bensin saat ini untuk Pertalite sebesar Rp10 ribu dari yang seharusnya sebelum disubsidi sebesar  Rp15-17 ribu harga pasarnya. Hosea menambahkan bahwa apabila mengkalkulasikkan dari seluruh Indonesia rata-rata pemakaian motor satu hari kurang lebih 30 kilogram, dan transportasi online sebesar 80-120 kilogram per hari.

Baca Juga :   Pendapatan VinFast Meroket Naik 41,7% di Kuartal I-2026

“Jadi kita lihat bahwa luar biasa kesempatan momentum buat Indonesia itu bisa menggunakan motor listrik karena menghemat BBM, menghemat subisidi daripada BBM, dan juga kita ada dampak lingkungan dan pola berkendara,” jelasnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics