Realisasi Pendapatan Negara Capai Rp 995,3 T hingga Mei 2025, tapi Defisit Rp 21 T dari PDB

0
90
Reporter: Rommy Yudhistira

Pemerintah mencatat realisasi pendapatan negara sebesar Rp 995,3 triliun hingga 31 Mei 2025, atau sebesar 33,1% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Pendapatan negara dipengaruhi dari kondisi ekonomi global, geopolitik, dan perkembangan harga komoditas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, belanja negara yang sudah terealisasikan sebesar Rp 1.016,3 triliun, atau 28,1% dari pagu APBN. Dari jumlah itu, belanja pemerintah pusat sebesar Rp 694,2 triliun, belanja kementerian/lembaga Rp 325,7 triliun, dan belanja non-kementerian/lembaga Rp 368,5 triliun.

Kemudian, lanjut Sri Mulyani, pihaknya mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 122,9 triliun. Angka itu, ditopang dari penerimaan bea keluar yang tumbuh 69,1% secara tahunan (yoy), dan cukai yang melonjak 11,3% yoy.

Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan bea keluar dipengaruhi kenaikan harga, dan volume ekspor crude palm oil (CPO). Sedangkan cukai, didorong dari dampak kebijakan penundaan pelunasan pita cukai 3 bulan, menjadi 2 bulan.

Selanjutnya, kata Sri Mulyani, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 188,7 triliun, atau sebesar 36,7% dari target APBN. Kinerja PNBP dipengaruhi dinamika kebijakan, dan volatilitas harga komoditas.

Baca Juga :   Revisi UU KUP: Penyidik Pajak Diusulkan Bisa Sita Aset, Menangkap dan Menahan Tersangka

Masih kata Sri Mulyani mengatakan, APBN hingga 3 Mei 2025, mengalami defisit sebesar Rp 21,0 triliun atau 0,09% dari produk domestik bruto (PDB). Pembiayaan APBN akan dikelola dengan hati-hati, dan mempertimbangkan kondisi pasar, perkembangan kebutuhan pembiayaan, dan posisi kas.

“Di tengah tensi global yang memuncak dan volatilitas dari pasar keuangan maupun perekonomian global, Indonesia tetap bisa menjaga stabilitas ekonomi dan juga menjaga stabilitas kebijakan fiskalnya yang responsif dan adaptif, namun tetap terjaga dari sisi kesehatan APBN-nya sendiri,” kata Sri Mulyani dalam keterangan resminya soal “APBN Kita” di Jakarta, Selasa (17/6).

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics