Tertinggi Sejak 2019, Triwulan Pertama 2024 Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11%

0
37

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang menggmbarkn seluruh aktivitas ekonomi Indonesia, selama triwulan pertama 2024 ini tumbuh 5,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan nilai PDB berdasarkan harga konstan pada periode triwulan pertama 2024 sebesar Rp3.112,9 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2.961,5 pada periode yang sama tahun lalu.

“Secara year on year ekonomi triwulan I-2024 tumbuh 5,11% dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. Ini merupakan pertumbuhan triwulan I tertinggi sepanjang periode 2019-2024,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Plt Kepala BPS dalam pengumuman resmi di Jakarta, Senin (6/5).

Amalia mengatakan, dari sisi lapangan usaha, pada truwulan I 2024 secara tahunan atau year on year, hanya sektor pertanian yang mengalami kontraksi yaitu negatif sebesar 3,54%. Penurunan sektor pertanian ini disebabkan oleh penurunan produksi komoditas pertanian pada awal tahun 2024 khususnya tanaman pangan karena fenomena el nino.

Sementara itu, empat lapangan usaha utama lainnya selain pertanian yaitu industri pengolahan, perdagangan,  konstruksi dan pertambangan tumbuh positif. Industri pengolahan tumbuh 4,13%; perdagangan tumbuh 4,58%; konstruksi tumbuh 7,59% dan pertambangan tumbuh 9,31%.

Pertumbiuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2024 berdasarkan lapangan usaha/Sumber: BPS

Dari sisi pengeluaran, secara tahunan atau year on year, seluruh komponen tumbuh positif. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,91%, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 3,79% didorong oleh pertumbuhan seluruh kelompok barang modal kecuali kendaraan.

Baca Juga :   Agar Tak Ada Kisruh Lagi, Badan Pangan Nasional, Kementan, dan BPS Sepakat Sinkronisasi Data Beras

Konsumsi rumah tangga dan PMTB memberikan sumbangan terbesar pada PDB yaitu masing-masing sebesar 54,93% dan 29,31% terhadap total PDB.

Selanjutnya, komponen ekspor tumbuh sebesar 0,50% dan impor tumbuh lebih tinggi sebesar 1,77%.

Konsumsi pemerintah kembali tumbuh positif sebesar 19,90% terutama didorong oleh kenaikan belanja barang dan jasa serta belanja pegawai.

Konsumsi lembaga Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga atau LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 24,29% yang didorong oleh peningkatan kegiatan dalam rangka pemilihan umum.

Leave a reply

Iconomics