Pasar Saham Indonesia Terkoreksi Dalam, IHSG Melemah di Rabu Ini

0
50
Reporter: Rommy Yudhistira

Pasar saham Indonesia terkoreksi cukup dalam pada sesi perdagangan Rabu (3/6) ini. Pada sesi pertama, IHSG melemah sekitar -494% atau -305,94 poin ke level 5.889,48, dengan tekanan jual yang terlihat cukup luas di berbagai sektor.

Head of Investment Eastspring Investments Liew Kong Qian mengatakan, besarnya pelemahan menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan pelaku pasar. Terutama tekanan yang muncul relatif broad-based, dan tidak terkonsentrasi pada sektor atau saham tertentu saja. Misalnya AMMN (-14,91%), BBRI (-3,62%), BBCA (-3,00%), BRPT (-13,47%), dan BRMS (-12,07%).

“Kondisi ini cukup menarik mengingat sejumlah agenda penting yang sebelumnya menjadi perhatian pasar, termasuk rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026, telah berlalu. Sebelumnya, sebagian pelaku pasar berharap tekanan yang terjadi menjelang periode rebalancing tersebut dapat mulai mereda setelah aksi jual yang cukup besar dalam beberapa waktu terakhir,” kata Liew dalam keterangan resminya pada Rabu (3/6).

Secara umum, kata Liew, terdapat beberapa faktor yang secara jelas memperlihatkan pergerakan pasar pada hari ini. Ada isu yang menjadi perhatian investor, seperti proses peninjauan peringkat utang Indonesia oleh S&P yang hasilnya akan diumumkan dalam 1-2 bulan ke depan.

Baca Juga :   Buruknya Penegakan Hukum Indonesia Bikin Investor Tinggalkan Pasar Modal

Kemudian, perhatian pasar terhadap berbagai wacana kebijakan yang berpotensi memengaruhi sektor komoditas. Khususnya yang berkaitan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara di tengah kuatnya harga komoditas global.

Liew menambahkan, ada pula faktor nilai tukar rupiah yang masih melemah, dan bergerak mendekati level psikologis Rp 18 ribu per 1 dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan posisi terakhir rupiah berada di kisaran Rp 17.930 per dolar AS pada siang ini.

Masih kata Liew, faktor kepercayaan pasar akan tetap menjadi salah satu elemen penting yang perlu diperhatikan ke depan.

“Selain perkembangan fundamental ekonomi, persepsi investor terhadap arah kebijakan, dan stabilitas makro ekonomi juga akan berperan dalam menentukan arah pergerakan keuangan domestik dalam jangka pendek,” ujar Liew.

Leave a reply

Iconomics