Setelah Naikkan Harga Beli, Bulog Menunggu Ketentuan HET Terbaru dari Badan Pangan Nasional

1
415

Perum Bulog menunggu adanya perubahan ketentun Harga Eceran Tertinggi (HET) terutama untuk beras medium, setelah pekan lalu Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan fleksibilitas harga gabah atau beras dalam rangka penyelenggaraan cadangan beras pemerintah melalui Keputusan Kepala Badan Pangan No.62/KS.03.03/K/3/2023.

Dalam Keputusan anyar tersebut, Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo Adi menetapkan harga Gabah Kering Panen di Petani sebesar Rp5.000/kg; harga Gabah Kering Giling di Penggilingan sebesar Rp 6.200/kg; harga Gabah Kering Giling di gudang Perum BULOG Rp 6.300/kg dan harga Beras di gudang Perum BULOG Rp sebesar 9.950/kg.

Harga tersebut menjadi acuan bagi Perum Bulog yang diberi tugas untuk menambah cadangan beras pemerintah. Harga acuan terbaru ini naik dibandingkan ketentuan harga dalam  Keputusan Kepala Badan Pangan No.56/KS.03.03/K/2/2023. Dalam tentuan yang sudah dicabut ini harga Gabah Kering Panen di Petani Rp4.200-4.550/kg; harga Gabah Kering Giling di Penggilingan Rp 5.250-5.700/kg; harga Gabah Kering Giling di gudang Perum BULOG Rp 5.300-5.750/kg; dan harga Beras di gudang Perum BULOG Rp 8.300-9.000/kg.

Baca Juga :   Soal Stok Kedelai Tinggal 7 Hari, Begini Penjelasan Badan Pangan Nasional

Di sisi lain, Harga Eceran Tertinggi (HET) saat ini masih belum berubah. Bulog misalnya menjual beras medium untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada harga Rp9.450 per kg. Harga ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan 57/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.

“Kemarin pemerintah juga sudah rapat lagi untuk menaikkan HET karena biaya produksi juga naik. Ini kan HPP[Harga Pembelian Pemerintah] sudah naik, berarti HET-nya harus naik. Karena tadi, HPP dari pemerintah naik menjadi Rp9.950 [untuk beras] medium. [Sementara] HET-nya hari ini masih Rp9.450. Masa harga beli lebih murah daripada harga jualnya. Kita sedang menunggu surat dari Badang Pangan untuk menyesuaikan harga eceran tertinggi,” ujar Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita dalam acara Ngopi BUMN, Rabu (15/3).

1 comment

Leave a reply

Iconomics