Pemulihan Sektor Pariwisata Diragukan, Sandiaga Ungkap Bukti Keberhasilan di DPR

0
499
Reporter: Rommy Yudhistira

Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memaparkan hasil kajian strategis dan mendalam soal pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Walau tren pemulihan sedang terjadi, namun ada yang meragukan bahwa itu juga terjadi di sektor pariwisata.

Karena itu, kata Andreas, penting bagi Kemenparekraf mengantisipasi atau menanggapi tren pemulihan yang menuai beragam pendapat tersebut. Itu pula mengapa kajian startegis dan mendalam lewat sebuah survei untuk memotret sektor pariwisata saat ini.

“Kajian yang cukup mendalam yang diikuti dengan suatu survei yang cukup mendalam untuk melihat ini sebagai ada perilaku yang berubah, dari wisatawan dan dari pelaku wisata untuk mengantisipasi situasi ini,” kata Andreas di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/7).

Dengan adanya kajian tersebut, kata Andreas, pemerintah dapat menyusun strategi untuk mendorong percepatan upaya pemulihan ekonomi. Kemenparekraf perlu menyampaikan hal tersebut kepada Komisi X sehingga diketahui apa yang menjadi dasar dalam hal pemulihan di sektor pariwisata.

“Kalau kita punya anggaran yang kecil, saya kira ini dari dulu sudah kita alami. Tidak pernah kita menangis karena anggaran yang kecil itu, tapi kita bagaimana dengan anggaran yang kita peroleh itu kita bisa memaksimalkan hasilnya,” ujar Andreas.

Baca Juga :   Puan Imbau Para Peserta Parlemen Remaja 2021 untuk Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila

Soal ini, Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, pihaknya memastikan adanya pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Buktinya atas dasar hasil kajian Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) yang menjadi ukuran turisme dunia.

Selain hasil kajian UNWTO, kata Sandi, Kemenparekraf juga melibatkan pakar dan akademisi, institusi pendidikan, dunia usaha, dan beberapa lembaga lainnya, untuk mempercepat pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kajian-kajian yang dilakukan pelaku wisata baik dalam maupun luar negeri, termasuk kita ada Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) ini yang terus rutin memberikan data kepada kita serta benchmarking dengan negara-negara lain,” tutur Sandi.

Meski memiliki potensi besar di sektor pariwisata, kata Sandi, Indonesia bisa setara dengan negara-negara yang tergolong sukses memaksimalkan potensi pariwisatanya, seperti Tiongkok dan Australia. Hal tersebut justru menjadi acuan untuk terus menggenjot potensi-potensi destinasi wisata yang ada di Tanah Air.

“Strategi mereka di tengah Covid-19 ini dengan zero profit policy adalah mendorong pariwisata domestiknya. Jadi kalau lihat China itu okupansi rate hotelnya ini sangat tinggi, karena mereka berdasarkan turis domestik. Australia baru mulai Maret (2022), tapi sudah nomor satu. Ini akan terus kita dorong ke depan,” kata Sandi.

Leave a reply

Iconomics