Kliring Berjangka Indonesia Luncurkan Aplikasi Resi Gudang Berbasis Teknologi Blockchain

0
94

Widiastuti, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Bappebti dan Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), disela-sela acara sosialisasi dan soft launching yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, 9 Oktober 2020/Ist

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI meluncurkan aplikasi IS-Ware NextGen, yang merupakan pengembangan dari aplikasi Resi Gudang yang telah digunakan sejak tahun 2010.

Aplikasi ini menggunakan teknologi blockchain dan smart contract sehingga pelaksanaan registrasi resi gudang menjadi lebih aman karena didukung dengan teknologi yang handal dan terukur. Selain itu, aplikasi ini dikembangkan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada para pelaku resi gudang untuk melakukan registrasi.

IS-Ware sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh KBI untuk mendukung sistem resi gudang. Dengan aplikasi ini, pemilik komoditas yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia dapat dengan mudah mendaftarkan komoditasnya ke dalam sistem resi gudang untuk dapat diterbitkan dokumen resi gudang secara realtime dan relatif cepat. Sehingga pemilik komoditas dapat segera melakukan kegiatan penjaminan atau perdagangan agar nilai dari komoditas tersebut dapat termanfaatkan secara maksimal.

“Pengembangan aplikasi ini, tentu dalam upaya kami menghadapi industri 4.0, dimana semua sektor industri akan berbasis kepada teknologi informasi.  Selain itu, pengembangan aplikasi ini juga merupakan upaya kami sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang untuk meningkatkan ekosistem resi gudang nasional. Dengan perkembangan teknologi yang ada, mau tidak mau juga harus kita terapkan dalam hal Registrasi Resi Gudang,” ujar Fajar Wibhiyadi Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) usai acara sosialisasi dan soft launching aplikasi IS-Ware NextGen bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kepada para pelaku Resi Gudang nasional di Jakarta, Jumat (9/10).

Baca Juga :   Semester I-2020, Kliring Berjangka Indonesia Raih Pendapatan Rp81,4 Miliar, Naik 24,5%

Fajar mengatakan dengan teknologi blockchain yang digunakan, ke depan sangat memungkinkan ekosistem resi gudang dapat menggunakan Resi Gudang Tanpa Warkat (scriptless).  Dengan Resi Gudang Tanpa Warkat (scriptless), akan sangat membantu para pelaku resi gudang. Hal ini karena dari sisi biaya akan menjadi lebih ekonomis, aman karena tidak dapat dipalsukan, memiliki ketahanan karena tidak mudah rusak. Selain itu, proses registrasinya akan lebih cepat karena dilakukan secara online dan instan.

Bappebti mengapresiasi upaya KBI yang telah melakukan pemutakhiran sistem IS-Ware dalam mendukung resi gudang ini. Dengan sistem yang baru yang menggunakan teknologi blockchain ini, ke depan dimungkinkan sebuah resi gudang dalam bentuk Tanpa Warkat (Scriptless), dan secara ketentuan Bappebti dimungkinkan untuk itu. “Terkait Resi Gudang Tanpa Warkat ini, Bappebti akan menyiapkan dari sisi ketentuan teknis, sehingga ketika Resi Gudang Tanpa Warkat berjalan semua ketentuan sudah berjalan dengan baik,” ujar Widiastuti, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Bappbeti.

Baca Juga :   Sistem Resi Gudang Gabah dan Beras akan Tumbuh di Semester II-2020

Data PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menunjukkan hingga kuartal III 2020, nilai pembiayaan resi gudang tumbuh sebesar 36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sampai dengan akhir September 2020, tercatat penerbitan resi gudang sebanyak 259, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp56,81 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, tercatat penerbitan resi gudang sebanyak 299, dengan nilai pembiayaan Rp41,78 miliar.

Leave a reply