Pendapatan Garuda Indonesia dan Anak Usaha Turun 5,8% di 2025 Dibanding 2024
Ilustrasi Garuda Indonesia/Foto: ist
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan entitas anak membukukan pendapatan usaha senilai US$ 3,2 miliar pada 2025. Angkanya menurun 5,8% dari pendapatan usaha 2024 yang mencapai US$ 3,4 miliar.
Dalam laporan keuangan Garuda Indonesia per 31 Desember 2025, pendapatan usaha diperoleh dari penerbangan terjadwal senilai US$ 2,5 miliar, penerbangan tidak berjadwal US$ 340,8 juta, dan lainnya US$ 361 juta.
Dari sisi beban usaha, Garuda Indonesia membukukan beban usaha senilai US$ 3,1 miliar, dengan rugi tahun berjalan senilai US$ 319,3 juta. Rugi tahun berjalan Garuda Indonesia pada 2025 meningkat 292,2% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai US$ 69,7 juta.
Untuk total aset, Garuda Indonesia membukukannya senilai US$ 7,4 miliar, atau naik 7,09% dari 2024 senilai US$ 6,6 miliar. Dari jumlah itu, total aset lancar senilai US$ 1,4 miliar, dan total aset tidak lancar senilai US$ 6,01 miliar.
Kemudian, maskapai itu mencatat total liabilitas jangka pendek US$ 1,3 miliar, meningkat 1,1% dari tahun sebelumnya senilai US$ 1,1 miliar.
Selanjutnya, total liabilitas jangka panjang yang dicapai Garuda Indonesia pada 2025 senilai US$ 5,9 miliar, atau turun 11,9% dari 2024 yang mencapai US$ 6,7 miliar. Secara keseluruhan total liabilitas Garuda Indonesia pada 2025 capai US$ 7,3 miliar. Jumlahnya menurun 7,5% dari total liabilitas 2024 sebesar US$ 7,9 miliar.
Dari sisi total ekuitas, Garuda Indonesia memiliki ekuitas senilai US$ 91,9 juta. Ekuitas yang dicapai Garuda Indonesia mengalami perbaikan dari sebelumnya mengalami defisit US$ 1,3 miliar pada periode 2024.