Pertama di Asia Tenggara, Jokowi Resmikan Kereta Cepat Jakarta Bandung

0
268

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Senin (2/10). Presiden menyebut ini merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan juga di Asia Tenggara.

Dengan kecepatan 350 kilometer per jam, kereta cepat ini dinamakan WHOOSH. Selain terinsipirasi dari suara yang melesat dari kereta berkecepatan tinggi ini, WHOOSH juga merupakan akronim dari Waktu Hemat Operasi Optimal Sistem Hebat.

“Kereta Cepat Jakarta Bandung ini menandai modernisasi transportasi massal kita yang efisien, yang ramah lingkugan dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, maupun terintegrasi dengan TOD – Transit Oriented Development,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Presiden menyampaikan proyek kereta cepat merupakan hal baru bagi Indonesia, sama halnya dengan MRT dan LRT yang sudah beroperasi sebelumnya.

“Kereta cepat juga hal baru bagi kita, baru teknologinya, baru kecepatannya dan juga konstruksinya dan baru juga model pembiayaannya. Semuanya serba baru,” ujarnya.

Karena itu, Presiden mengatakan, dalam proses konstruksi kereta cepat ini, muncul berbagai kesulitan yang tak terduga. Namun, “kita tidak boleh takut belajar dan mencoba hal-hal baru.”

Baca Juga :   Pelanggan KA Jarak Jauh yang Sudah Vaksin Lengkap Tak Perlu Tunjukkan Hasil Antigen/PCR Mulai 9 Maret

“Pengalaman itu mahal namun sangat berharga dan kita tidak perlu takut karena jika kita konsisten, kesalahan itu akan semakin sedikit. Biaya kesalahan juga akan semakin menurun dan pada akhirnya biaya produksi, biaya proyek, lama-kelamaan juga semakin rendah,” ujarnya.

Karena itu, Presiden juga meminta jajarannya untuk “tidak alergi terhadap kritik dan tetap semangat untuk belajar.”

“Karena pengalaman kita membangun infrastruktur baik jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan, transportasi, telah memberikan pengalaman dan bekal kita untuk menghasilkan yang lebih baik di masa depan. Keberanian kita mencoba hal-hal baru memberikan kepercayaan, memberikan kita kesemapatan untuk belajar kepada anak-anak bangsa dan akan sangat berguna bagi masa depan, membuat SDM-SDM kita semakin maju dan bangsa kita makin mandiri,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, dalam laporannya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sejak menerima penugasan melanjutkan proyek kereta cepat ini pada akhir tahun 2019, banyak masalah dan kendala yang ditemukan.

Masalah-masalah tersebut, mulai dari pembebasan lahan, koordinasi yang belum baik, hingga kesulitan pendaaan akibat Covid-19. Karena itu, menurut Luhut, banyak pihak yang pesimis proyek akan selesai.

Baca Juga :   Dasco Sebut Tahu Andika Akan Dilantik Besok tapi Belum Dapat Undangan dari Istana

“Namun pada hari bersejarah ini kita dapat membuktikan bahwa proyek ini bisa diselesaikan dan dapat dioperasikan. Hal ini tidak lepas dari kerja sama yang baik dari seluruh pihak baik pemerintah pusat, daerah, BUMN, masyarakat, swasta dan juga pemerintah Tiongkok dan seluruh perusahaannya yang terlibat dan banyak lagi elemen-elemen yang terlibat terpadu menyelesaikan proyek ini,” ujar Luhut.

Menurut Luhut, proyek kereta cepat ini memberikan sejumlah manfaat untuk Indonesia. Seperti, terciptanya lapangan kerja baru – utamanya bagi masyarakat lokal -, menghadirkan efek berganda (multiplier effect) terhadap moda transportasi lainnya atau kendaraaan feeder, menciptakan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilintasi oleh jalur kereta api cepat, serta terjadinya transfer teknologi mutakhir terutama di bidang konstruksi dan modernisasi sistem perkeretaapian

“Kedepannya kami berharap Kereta Cepat Jakarta Badung akan mendorong masyarakat untuk lebih menggunakan transportasi umum dalam rangka mengurangi angka emisi karbon dari sektor kendaraan pribadi,” ujar Luhut.

Luhut mengatakan selama tiga minggu proses uji coba, masyarakat menyambut dengan antusias untuk merasakan langsung naik kereta cepat ini.

Baca Juga :   Jokowi: Soal Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Masih Dikalkulasi

“Berkat tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap uji coba gratis KCJB, maka kami bersepakat hingga pertengahan Oktober, pengoperasian Kereta Cepat Jakarta Bandug masih tidak digunakan biaya atau gratis,” ujar Luhut.

Leave a reply

Iconomics